Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Tampilkan postingan dengan label Informasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Informasi. Tampilkan semua postingan

Apakah Obesitas Dapat Menular

Written By Unknown on Selasa, 19 Juni 2012 | 16.05

Apakah Obesitas Dapat Menular Ingin punya tubuh yang ramping dan kencang? Banyak-banyaklah bergaul dengan teman yang memiliki tubuh seperti itu. Sebaliknya, menurut penelitian mengenai Indeks Massa Tubuh yang dilakukan Arizona State University, orang yang selalu dikelilingi teman-teman yang mengalami obesitas lama-kelamaan akan melebar lingkar pinggangnya.

Mengapa hal ini terjadi? Para peneliti meyakini bahwa dengan melihat orang-orang di sekitar yang berukuran besar, kita bisa terdorong untuk melihat bahwa obesitas adalah sesuatu yang normal. Alhasil, kita jadi terpicu untuk ikut makan lebih banyak. Semakin gemuk teman-teman kita, semakin besar kemungkinan kita menjadi ikut gemuk.

"Melihat obesitas telah menyebar di antara teman-teman dekat dan anggota keluarga, akan meningkatkan pertanyaan penting, bagaimana hal itu bisa menyebar," kata Daniel Hruschka, pemimpin studi ini.

Kita bisa membentuk suatu pemahaman mengenai ukuran tubuh yang pantas hanya dengan mengamati tubuh teman-teman kita, lanjut Hruschka. Akibatnya, hal ini mengubah pola makan dan latihan kita. "Jika kita bisa menemukan dengan tepat (alasan) mengapa obesitas menyebar di kalangan teman-teman dan keluarga, kita bisa tahu ke mana harus berfokus untuk menahan tingkat obesitas," ujarnya.

Meskipun begitu, tim peneliti tidak membuat kesimpulan yang pasti antara ukuran tubuh dan kelompok pertemanan. Mereka hanya berkeras bahwa penelitian ini memberikan petunjuk penting dalam menghadapi masalah obesitas yang terus meningkat Apakah Obesitas Dapat Menular.
16.05 | 0 komentar | Read More

Makanan Mudah Menimbulkan Rasa lapar

Makanan Mudah Menimbulkan Rasa lapar Pilah-pilih makanan adalah salah satu syarat utama bagi mereka yang ingin menurunkan berat badan atau sekadar mempertahankan bobot ideal.  Dalam menjaga berat ideal, Anda sebaiknya menghindari jenis-jenis makanan yang memengaruhi gula darah secara negatif dan hanya akan terus menimbulkan rasa lapar.

Inilah 10 jenis makanan paling populer yang dapat membuat tubuh Anda gampang sekali menimbun cadangan lemak :

1. Roti putih

Ini adalah jenis makanan yang kandungan seratnya sangat minim sehingga tidak akan membuat Anda kenyang lebih lama. Yang terjadi setelah Anda menyantap roti ini adalah gula darah melonjak dengan cepat, dan Anda segera merasa lapar lagi.

Roti putih banyak ditemukan dalam produk makanan seperti burger atau sandwich.  Selain tidak mengandung banyak nutrisi, roti putih justru sering dikombinasikan dengan gula atau pemanis sehingga dapat memicu kenaikan berat badan dengan cepat. Saran para ahli adalah pilihlah roti gandum utuh dan kurangi kebiasaan makan roti putih.

2.  Sereal

Makanan ini banyak dipilih sebagai menu sarapan di perkotaan. Sayangnya, kebanyakan produk sereal di pasaran mengandung gula yang sangat tinggi, tetapi bernilai gizi rendah. Alhasil hal itu justru memicu penumpukan lemak dalam tubuh.  Yang kerap terjadi, setelah makan sereal, perut tidak merasa kenyang karena sereal tidak mengandung serat berarti.

Kalaupun tetap memilih sereal sebagai menu santapan, maka pilihlah yang benar-benar 100 persen terbuat dari gandum utuh. Selain itu, Anda dapat menyantap oatmeal dan menambahkan buah sebagai bagian dari sarapan.

3. Makanan versi diet

Banyak produk kini diberi label rendah lemak, rendah gula, atau khusus diet. Namun, hal yang perlu diingat adalah makanan ini mengandung zat kimia tambahan pangan, seperti pewarna, panambah rasa, atau gula buatan yang tentu memiliki risiko bagi kesehatan. Hal lain yang perlu diingat adalah makanan ini berisiko membuat gula darah menjadi anjlok sehingga Anda cepat merasa lapar. Lebih bijaksana bila Anda memilih buah-buahan alami atau sayuran ketimbang mengonsumsi jenis makanan ini. 

4.  Ayam goreng

Ini adalah menu favorit banyak orang. Akan tetapi, tak banyak yang sadar kalau ayam goreng mengandung lemak yang sangat tinggi karena pemrosesannya menggunakan minyak dengan temperatur tinggi. Pilihlah ayam yang dipanggang dengan bagian daging tanpa lemak.

5. Kopi dengan "creamer" dan pemanis

Kandungan kalori dari secangkir kopi instan plus gula dan creamer bisa mencapai 800 kalori atau hampir separuh dari kebutuhan harian Anda. Kopi atau jenis minuman ringan memang salah satu sumber kalori tersembunyi sehingga banyak dari Anda tak menyadari kalau kebiasaan menenggak kopi dengan gula dan creamer membuat tubuh mengasup kalori berlebihan. Bagi penggemar kopi, Anda disarankan untuk membuat kopi dengan mengatur gula dan creamer secara bijak.

6. Permen dan gula-gula

Ini adalah pilihan paling buruk bagi mereka yang sedang menguruskan badan. Sebagian besar permen hanya mengandung pemanis dan zat kimia tambahan pangan, seperti pewarna atau pengawet. Selain bisa membuat ketagihan, permen tak mengandung gizi berarti, juga membuat tubuh terus menimbun cadangan lemak.

7. Kentang goreng

Kentang sebenarnya jenis bahan makanan dengan kalori rendah. Namun, bila sudah diproses dengan penggorengan bersuhu tinggi, nilai kalorinya melonjak. Makanan ini juga kerap disantap dengan menu berkalori tinggi lainnya di restoran cepat saji, seperti ayam goreng atau burger yang jelas membuat Anda keranjingan. Kalaupun harus makan di restoran cepat saji, maka cobalah untuk tidak memesan kentang goreng.

8. "Pastri", donat, dan makanan ringan

Makanan ini tidak dapat membuat perut kenyang lebih lama karena rendah serat. Selain banyak mengandung gula atau menggunakan pemanis jenis high fructose corn syrup, makanan jenis ini kerap dibuat dengan gandum atau jagung yang telah diproses. Semua bahan makanan ini dapat membuat gula darah dalam tubuh melonjak dengan cepat dan mempercepat timbunan lemak.

Saat mengasup banyak makanan manis, tubuh akan memproduksi hormon insulin untuk mengendalikan kadar glukosa dalam darah. Tingginya glukosa membuat tubuh bisa kelebihan cadangan. Glukosa yang tidak habis terpakai sebagai energi akan ditimbun di bawah lapisan daging dan kulit sebagai lemak. Insulin adalah hormon yang tidak hanya menurunkan gula darah, tetapi juga memberi signal untuk menimbun lemak.

9. Keripik kentang

Jangan sepelekan keripik kentang. Meski terdengar ringan, makanan ini sangat tinggi kalori, tetapi nilai gizinya nol. Proses pengolahannya menggunakan pemanasan tinggi dengan krim dan mentega, yang membuat makanan ini sangat buruk. Keripik kentang juga mengandung bahan pengawet dan garam yang tinggi sehingga menambah risiko bagi kesehatan. 

10. Minuman soda

Soda mengandung kadar gula tinggi. Gula secara instan memberi energi dan membuat tubuh melepaskan serotonin (neurotransmitter yang memperbaiki suasana hati) sehingga banyak yang kecanduan soda cenderung berpostur gemuk.

Peneliti di University of Texas menemukan, soda meningkatkan risiko obesitas rata-rata 32,8 persen, sedangkan diet coke (soda bebas gula) justru meningkatkan risiko hingga 54,5 persen. Kesimpulannya, soda bebas gula tak selalu sehat. Sebagian besar minuman soda mengandung 250 kalori per 600 ml. Tak ada kandungan nutrisi atau mineral di dalamnya, tetapi hanya gula dan kafein Makanan Mudah Menimbulkan Rasa lapar.
16.03 | 0 komentar | Read More

Hidup Sehat Sejak Dalam Kandungan

Hidup Sehat Sejak Dalam Kandungan Kualitas kesehatan seseorang dalam hidupnya sangat dipengaruhi oleh nutrisi yang diasup ibu sebelum dan selama kehamilan. Para ibu yang kekurangan gizi berisiko melahirkan bayi dengan berat badan rendah. Jika gizi anak tidak diperbaiki, maka ia beresiko tinggi menderita penyakit kronis kala dewasa.

Mempersiapkan kehamilan dengan mempertimbangkan keseimbangan gizi pada fase awal kehidupan merupakan konsep Development Origins of Health and Disease (DOHaD) yang diperkenalkan dalam acara Early Life Nutrition Forum yang diadakan di Jakarta 15-16 Mei 2011.  Forum ini dihadiri lebih dari 200 ahli kesehatan.

"Memahami konsep ini dapat membantu memperbaiki kualitas kehidupan anak, baik jangka pendek maupun jangka panjang," kata Dr. Jacques Bindels, Scientific Director Research & Development Danone Baby Nutrition dalam jumpa pers mengenai forum ini. Ia mengatakan konsep DOHaD didukung oleh sejumlah hasil penelitian.

Riset terbaru yang dipresentasikan dalam forum tersebut membuktikan, pola makan ibu pada masa kehamilan dapat mengubah fungsi DNA bayi di dalam rahim dan meningkatkan risiko bayi mengalami obesitas.

"Faktor genetik ternyata bukan faktor utama penyakit kronik dan gaya hidup juga tidak terlalu berpengaruh. Pola makan selama kehamilan dan faktor lingkungan pada tahap awal kehamilan sampai masa kanak-kanak sangat berpengaruh. Ini menjelaskan mengapa ada orang yang obesitas dan diabetes, namun ada orang yang tetap sehat," kata Prof.Mark Hanson pembicara dari University of Southampton, Inggris.

Ia menambahkan, gizi yang kurang  serta faktor lingkungan pada tahap awal kehamilan akan berpengaruh pada struktur organ, mulai dari komposisi lemak, tulang, sistem kardivaskular, respon stres, mood dan perilaku, fungsi kognitif hingga masa pubertas anak.

Dr. Noroyono Wibowo, Sp.OG, Ketua Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) menegaskan bahwa sebuah kehamilan memang harus dipersiapkan.

"Kualitas sperma dan sel telur juga dipengaruhi oleh nutrisi yang diasup. Demikian pula saat bayi dikandungan sangat dipengaruhi oleh kecukupan gizi," katanya dalam kesempatan yang sama.

Kekurangan zat gizi mikro dan makro, bukan cuma berpengaruh pada kondisi fisiknya tapi juga perilaku. "Anak yang kekurangan zat besi kecerdasannya lebih rendah dan rentan mengalami gangguan perilaku, lebih agresif, mudah depresi bahkan bunuh diri," ungkapnya Hidup Sehat Sejak Dalam Kandungan.
16.01 | 0 komentar | Read More

Pola Makan Peningkatan Berat Badan

Pola Makan Peningkatan Berat Badan Makanan yang diberi penguat rasa atau monosodium glutamate (MSG) selama ini lebih dikaitkan dengan "sindrom restoran China" berupa rasa pusing dan mual. Namun, hasil penelitian terbaru menunjukkan makanan dengan MSG mungkin juga menyebabkan peningkatan berat badan.

Meski MSG bukan faktor utama penyebab kegemukan, tim yang dipimpin Ka He, ahli nutrisi dari Universitas North Carolina, Chapel Hill, menemukan orang-orang yang menderita obesitas atau kegemukan pada umumnya mengonsumsi makanan ber-MSG terlalu banyak.

"Walaupun risikonya kecil, implikasinya pada kesehatan masyarakat sangat besar. Hampir setiap orang mengonsumsi makanan dengan tambahan rasa," kata Ka He, seperti dikutip Reuters Health.

MSG merupakan bahan tambahan pangan yang paling banyak dipakai di dunia, terutama pada masakan Asia, untuk memberikan rasa gurih. Meski dinyatakan aman, pada orang yang sensitif, makanan ber-MSG bisa menimbulkan keluhan sakit kepala, mual, dan berbagai reaksi lainnya.

Studi mengenai MSG dengan kegemukan sudah sejak lama dilakukan, tetapi belum mendapatkan satu kesimpulan. Para ilmuwan menduga orang yang suka makanan ber-MSG menjadi gemuk karena porsi makan bertambah akibat rasa lezat makanan. Sementara itu, studi lain menunjukkan bahwa MSG mengganggu sistem sinyal di tubuh yang mengatur nafsu makan.

Dalam studi teranyar yang dimuat dalam American Journal of Clinical Nutrition, He dan timnya mengikuti lebih dari 10.000 orang di China selama 5,5 tahun. Para peneliti mengukur asupan MSG secara langsung pada kemasan makanan, sebelum dan sesudah dikonsumsi, untuk mengetahui dengan akurat berapa banyak yang dikonsumsi. Para peneliti juga menanyai para responden berapa banyak konsumsi MSG dalam 24 jam terakhir.

Pria dan wanita yang mengonsumsi MSG cukup banyak (sekitar 5 gram sehari) berisiko 30 persen lebih tinggi mengalami kenaikan berat badan pada akhir penelitian dibanding dengan yang lebih sedikit mengasup makanan ber-MSG. Kemudian, orang-orang yang sudah tergolong obesitas tidak dimasukkan dalam perhitungan, risikonya sekitar 33 persen.

Tidak seperti di Amerika, obesitas bukanlah masalah besar di China sehingga MSG bukan penyebab utama kegemukan di negara tersebut. Namun, orang China cenderung lebih aktif sehingga hal ini membantu mereka membakar kelebihan kalori yang mungkin disebabkan oleh penambah rasa pada makanan.

He sendiri belum bisa menyimpulkan mengapa MSG menyebabkan kegemukan. Namun, ia menyebutkan hal itu mungkin terkait dengan hormon leptin, yang mengatur nafsu makan dan metabolisme. Ia menemukan orang yang banyak mengasup makanan ber-MSG memiliki lebih banyak leptin.

"Konsumsi MSG mungkin menyebabkan resistensi leptin sehingga tubuh tidak bisa memproses energi yang didapat dari makanan secara sempurna. Itu sebabnya mengapa berat badan orang yang mengonsumsi MSG bertambah sesuai dengan jumlah kalori yang diasupnya," katanya.

Akan tetapi, Ivan Araujo dari Universitas Yale, yang pernah meneliti efek MSG pada leptin, mengatakan tidak yakin dengan penelitian He tersebut. Ia mengatakan, leptin dilepaskan oleh sel lemak sehingga orang yang gemuk memiliki lebih banyak leptin dalam darahnya. Efek MSG dalam kadar leptin, menurutnya, merupakan cerminan massa tubuh.

Ia menyebutkan, paparan makanan ber-MSG tinggi dalam waktu lama mungkin memicu resistensi leptin dengan cara rusaknya area otak di hipotalamus.

Araujo menambahkan, orang yang mengonsumsi makanan ber-MSG juga berarti mengonsumsi lebih banyak garam sehingga hal ini akan menyebabkan retensi cairan di dalam tubuh dan penambahan berat badan Pola Makan Peningkatan Berat Badan.
15.58 | 0 komentar | Read More

Melawan Kegemukan Dengan Medis

Melawan Kegemukan Dengan Medis Pernahkan Anda terpikir untuk melangsingkan tubuh melalui cara vaksinasi? Pada satu saat nanti, pelangsingan tubuh tidak hanya dapat dilakukan lewat cara diet atau pembatasan kalori.  Tubuh langsing juga mungkin saja dapat ditempuh melalui jalan vaksinasi.  

Itulah yang kini tengah diupayakan oleh para ilmuwan di Eropa. Pekan lalu, para ahli dari Portugal berhasil mengembangkan sejenis vaksin yang dapat menurunkan asupan makanan hewan-hewan tikus di laboratorium.  Harapannya, vaksin ini juga dapat diaplikasikan pada manusia dan menjadi salah satu solusi melawan epidemi obesitas di masa depan.

"Setelah menerima vaksin, tubuh menghasilkan antibodi yang melawan ghrelin, atau sejenis hormon yang menimbulkan rasa lapar," ungkap Mariana Monteiro, M.D., Ph.D., associate professor dari University of  Porto di Portugal.

“Hormon ini bisa membuat seseorang makan berlebihan sebab mereka menjadi lebih lapar, khususnya jika mereka membatasi jumlah kalori,” ujar Mariana yang memublikasikan temuannya dalam pertemuan tahunan perkumpulan ahli endokrin di Boston, Amerika Serikat. 

Vaksin ini kabarnya dapat membuat seseorang makan dengan jumlah yang relatif sedikit tanpa dibayangi rasa lapar. Tikus-tikus dalam penelitian pun mengasup makanan dengan jatah kalori 50 persen lebih rendah setelah divaksinasi, dan riset menunjukkan bahwa efek ini bisa bertahan hingga empat tahun pada manusia.

Penelitian vaksin ini pada manusia memang membutuhkan perjalannan cukup panjang, dan kehadiran vaksin ini di pasaran diperkirakan bisa sampai sepuluh tahun lag Melawan Kegemukan Dengan Medisi.
15.56 | 0 komentar | Read More
Techie Blogger